Kebijakan pungutan ekspor CPO (PE CPO) memberatkan ekspor RBD Olein ke luar negeri, karena menyamaratakan dengan minyak sawit mentah atau crude palm olein (CPO). Akibatnya, PE CPO malahan dapat menguntungkan produsen negeri tetangga seperti Malaysia untuk mengekspor RDB Olein atau minyak goreng
Kebijakan pungutan ekspor CPO (PE CPO) memberatkan ekspor RBD Olein ke luar negeri, karena menyamaratakan dengan minyak sawit mentah atau crude palm olein (CPO). Akibatnya, PE CPO malahan dapat menguntungkan produsen negeri tetangga seperti Malaysia untuk mengekspor RDB Olein atau minyak goreng.
Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia, Sahat Sinaga mengungkapkan bahwa RBD Olein itu berbeda dengan CPO karena mesti melewati beberapa kali proses. Alhasil membuat biaya produksinya lebih tinggi daripada CPO.
“Sebaiknya penerapan PE RBD palm olein lebih kecil dari CPO, misalnya PE CPO diterapkan 10% maka RBD Olein dipatok 7%,” kata Sahat ketika ditemui dalam wawancara khusus.
Sebagai perbandingan volume ekspor total Refined Bleached Deodorized Palm (RBD Olein) dan Palm Fatty Acid Dedorized (PFAD) menurun 34,2% sepanjang Juni-September 2007 dibandingkan waktu yang sama 2006.Jumlah ekspor ekspor Juni-September 2007 sebesar 3,49 juta ton atau lebih kecil dibandingkan pada periode sama 2006 sejumlah 4,14 juta ton.
Sahat mengungkapkan industri RBD Olein atau minyak goreng kurang diuntungkan dengan penerapan PE bagi produktersebut.”Mesti ada revisi bagi PE RBD Olein supaya dapat bersaing dengan produk luar negeri lainnya,” ujarnya kembali
baru nge blog ya? wah selamat deh, moga2 aja banyak yang baca, sebagai perbandingan harga cpo di malaysia sampai detik ini harga Rp.9.700,-/kg, sedangkan harga rbd ole in di kota saya tercinta samarinda via tangki (kebetulan saya salah satu agen) adalah Rp.9.600,-/kg. secara logika saja ini sudah tidak masuk akal, masa harga turunannya lebih murah ketimbang harga minyak sawit mentah, padahal cpo atau minyak sawit mentah harus diolah lagi supaya nggak ada bau dan bisa menjadi bening sehingga laik untuk dikonsumsi, mungkin obsesi pemerintah untuk membuat kebutuhan pokok semurah mungkin, tapi itu bukan solusi untuk negara miskin yang kaya sumber daya alamnya, seharusnya pemerintah memberikan pancing bukan memberikan ikannya kalo memang negara kita menjadi negara yang besar dan tangguh.
Komentar oleh jimmy — Juli 8, 2008 @ 2:01 pm
Dengan hormat,
Kami ada permintaan untuk export Palm Olein (RBD Olein) dimana kami bisa mendapatkan perusahaan & produsennya, serta nama pic.
Sekian dan terima kasih.
Sugiarto
PT Aristirta Elprima Putra
AKA Bldg 8th Flr,
Jl. Bangka Raya No.2
Jakarta 12720
Komentar oleh Sugiarto Tjiptohudiono — Juli 14, 2008 @ 8:54 am