KUALA LUMPUR – Untuk mensiasati turunnya harga CPO, pemerintah Malaysia menyarankan pelaku usaha kelapa sawit mengurangi impor pupuk kimia sebesar 30% dan menghemat pengeluaran RM1,5 miliar untuk lima tahun mendatang.
Sebagai alternatifnya, Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Datuk Peter Chin Fah Kui meminta penggunaan pupuk bio-fertilizer di perkebunan kelapa sawit.
“Langkah tersebut akan menguntugkan pengusaha dan pemerintah,” kata Chin dalam pembukaan Seminar Bio-Fertiliser, Biogas dan Pengolahan Limbah di Industri Kelapa Sawit seperti dikutip dari The Edgedaily.
Tahun lalu, negeri jiran mengimpor pupuk kimian dan mineral sebesar 3,4 juta ton dengan nilai RM2,6 miliar. “Diperkirakan tahun 2008 dapat mencapai RM4 miliar seiring meningkatnya harga minyak bumi dan komoditas lain apalagi didorong pula pertambahan kebutuhan pupuk bagi pertanian,“ kata Chin.
Rusia, Maroko dan Kanada menjadi eksportir pupuk bagi Malaysia selama ini. Dengan penurunan harga CPO maka pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai pupuk dapat meminimalkan ongkos produksi pengusaha.